Pengepungan Kartago
Ave Neohistorian!
Pengepungan Karthago
merupakan salah satu peristiwa dalam Perang Punik Ketiga (149-146 BC).
Pengepungan ini dilakukan oleh Republik Roma selama 3 tahun yang dipimpin oleh Scipio Aemilianus (cucu dari Scipio
Africanus).
Pengepungan ini diawali dari
desakan Senat Roma, terutama Cato The Elder yang sebelumnya telah mengikuti Perang
Punik Kedua (2018-201 BC) saat berusia 17 tahun. Cato menganggap Karthago
sebagai ancaman yang harus dimusnahkan tanpa sisa, alasan untuk menyerang
Karthago semakin menguat ketika Karthago menyerang sekutu Roma yaitu Masinissa
dari Kerajaan Numidia. Roma mengeluarkan ultimatum agar warga Karthago segera
mengungsi keluar dari kota mereka atau mati, warga Karthago yang mendengar hal
ini langsung menolak dan bersiap melindungi kota mereka.
Pertempuran dimulai ketika
pasukan Roma mendarat di Utica, Afrika Utara (149 BC). Pasukan Roma bersiap
membangun 2 pelantar tubruk berukuran besar yang menghancurkan beberapa bagian
benteng Karthago, pasukan Roma langsung menyerbu masuk dan dibunuh oleh pasukan
Karthago yang dipimpin oleh Hasdrubal (saudara laki-laki Hannibal) yang sudah
menunggu. Scipio dan Legiun Keempat menunggu pasukan Karthago lengah dan
langsung menyerbu mereka, hal ini mengakibatkan pembantaian pasukan Karthago,
Hasdubal dan sisa pasukan Karthago di garis depan berhasil melarikan diri untuk
menyiapkan pertahanan.
Serangan terakhir terjadi
pada tahun 146 BC dimana Scipio memimpin 400 tentara Roma menerobos masuk
tembok Kota Karthago dan membumi hanguskan kota itu, membunuh siapa saja yang
melawan. Hasdrubal menyerah dan diampuni nyawanya, sementara istri dan
anak-anaknya dibakar hingga mati. Ada sekitar 50.000 tahanan Karthago yang
dijadikan budak Roma, butuh sekitar 6 hari untuk membakar kota itu hingga rata
dengan tanah. Seratus tahun kemudian, Karthago dibangun ulang oleh Julius
Caesar sebagai salah satu kota Romawi yang berfungsi sebagai sumber makanan
untuk Roma.
Sumber : Sejarah Dunia Kuno
oleh Susan Wise Bauer

Komentar