Transportasi di Tokyo
Tokyo adalah sebuah megapolitan di mana pusat kota dan suburb sudah susah dibedakan karena begitu padat dan terintegrasinya.
Yang dinamakan pusat kota adalah area yang berada di dalam Yamanote Line. Yup, ini adalah commuter loop line yang mengelilingi kota Tokyo. Ibaratnya ring 1 lah :) Area yang mungkin akrab di telinga kita rata-rata berada di dalam ring ini: Shinjuku, Shibuya, Harajuku, Akihabara, Roppongi.
Sedangkan area di luarnya bukan berarti sudah luar kota. Tetap saja fasilitas sama lengkapnya, dan dapat dijangkau dengan kereta metro atau commuter dalam waktu singkat, hanya saja harga hotel 'sedikit' lebih murah.
Secara umum transportasi andalan di kota Tokyo adalah kereta. Mau kemana pun bisa dijangkau dengan kereta. bus kota juga ada, tapi sebagai turis kalau baru pertama kali baiknya stick with kereta saja.
Kereta Metro Tokyo ada 13 line, dijalankan oleh 2 operator: Toei dan Tokyo Metro. Setiap line diberi kode abjad; Toei pegang jalur A,I,S,E (singkatan dari Asakusa, mIta, Shinjuku, oEdo). Sisanya tidak perlu dihapal: G H M T C Y Z N F.
Selain kereta metro (anggap saja ini MRT), ada lagi jalur yang dioperasikan oleh Japan Railways (JR) East yaitu JR Yamanote, Sobu Line, Keiyo Line, Chuo Line, serta sejumlah jalur dioperasikan operator swasta lain seperti Keisei, Tokyu, Odakyu, dll. Jalur ini biasa datang dari pinggiran (greater Tokyo) menembus pusat kota Tokyo (misalnya berhenti di Tokyo Station, Shinagawa, Ikeburo, Shinjuku), lalu lanjut lagi ke pinggiran lain.
Terlepas dari jalur kereta yang begitu banyak, sebenarnya cara kerjanya sama dan ter-integrasi. Modal Anda untuk keliling Tokyo adalah kartu sakti berupa IC Card namanya Pasmo atau Suica. Ada lagi kartu lain jika Anda masuknya dari kota lain yaitu ICOCA (Osaka), SAPICA (Sapporo), dll.
Kartu ini dibeli lewat mesin yang ada di tiap stasiun, tergantung Anda belinya dimana; Suica disediakan oleh JR East, beli awalnya ¥1000 termasuk ¥500 deposit, sedangkan Pasmo disediakan oleh konsorsium (termasuk Tokyo Metro dan Toei). Pilih Pasmo atau Suica? Sama saja bisa dipakai di stasiun mana pun bahkan hingga Kyoto, Osaka, hingga Sapporo. Masing-masing kota besar ini mempunyai IC Card keluaran mereka, tetapi bisa integrasi dan cross-use, termasuk bisa isi ulang di mesin tiketnya, misalkan kartu Sapica (dari Sapporo) bisa diisi ulang di mesin Suica di Tokyo. Yang gak bisa adalah refund kartu, harus di mesin miliknya sendiri.
sudah pusing belum? tunggu sampai kalian liat petanya :)
PETA TOKYO SUBWAY
Peta subway Tokyo memang cukup 'indah', sebaiknya Anda print (biasakan sudah tahu tujuan stasiun supaya tidak susah mencari) atau ambil brosur saat tiba di stasiun untuk keperluan navigasi. Peta ini baru 13 line subway Tokyo, masih ada lagi private railways dan JR Line yang berseliweran di tengah kota yang tidak digambar di sini (masing-masing punya train map sendiri lagi).
Petanya bisa kalian download di sini :3
SHINKANSEN
Ada 2-3 jenis keberangkatan Shinkansen sesuai dengan waktu tempuh (dan sebenarnya banyaknya stop yang dilakukan). Namanya beda-beda tergantung operator, ibaratnya Super Express, Express, dan All-stop. Untuk jalur Tokaido: yang paling ekspress dinamakan Nozomi yaitu paling sedikit berhentinya sehingga lebih cepat sampai. Di bawahnya adalah jenis Hikari, dan terakhir yang berhenti di semua stasiun adalah jenis Kodama. Sedangkan untuk jalur Hokuriku (Tokyo-Nagano-Kanazawa) dibedakan Kagayaki (paling cepat) dan Hakutaka, keduanya memakai jenis kereta yang sama yaitu E7 series.
Misalnya untuk jalur Tokaido Shinkansen, antara Tokyo ke Osaka, Nozomi (total 2 jam 30 menit) hanya berhenti di Nagoya dan Kyoto, sedangkan kalau pakai kereta Hikari (3 jam 2 menit) ada tambahan berhenti Shizuoka dan Hamamatsu, dan kereta Kodama (4 jam 4 menit) berhenti di setiap stop/kota yang dilalui.
Bagaimana kita tahu mau naik kereta jenis apa? Gunakan website Jorudan atau Hyperdia. Cara pakai keduanya hampir sama. Pertama masukkan kota asal dan tujuan, lalu pilih tanggal dan jam keberangkatan/kedatangan yang diinginkan.
Harga kereta Shinkansen ada dua komponen, yaitu tarif dasarnya (mau naik Nozomi atau Kodama sama saja) dan seat fee (ibaratnya booking nomor kursi). Kedua komponen ini pasti kita bayar, bedanya seat fee yang reserved dan non-reserved angkanya berbeda. Seat fee ini yang juga membedakan Nozomi dengan Hikari, tapi kalau kita pilih tidak reserve seat, maka seat fee angkanya akan sama. Kedua komponen ini kita bayar sekaligus saat beli lewat mesin tiket.
CARA MEMBELI TIKET SHINKANSEN
Kita tidak bisa pakai IC Card (Pasmo, Suica, Icoca, dll) untuk naik Shinkansen, jadi harus beli tiket khusus Shinkansen. Belinya adalah lewat mesin mesin Shinkansen yang ada di dekat gate masuk di dalam stasiun. Pastikan ada tulisan Shinkansen di atas mesin. Tersedia menu bahasa English di mesin, jadi jangan takut beli sendiri.
Sebelum beli ke mesinnya, sebaiknya Anda riset dulu pakai Jorudan atau Hyperdia seperti dijelaskan di atas, untuk mendapatkan jadwal persis kereta yang diinginkan, karena kalau Anda masih pilih2 bisa-bisa bikin antrian panjang di belakang Anda.
Pada prinsipnya urutan menunya adalah pilih bahasa, lalu tentukan stasiun tujuan dan tanggal jam keberangkatan, pilih Ordinary atau Green Car, mau seat reservation atau free-seating/non-reserved. Next adalah jumlah orang, terakhir baru bayar, bisa pakai kartu kredit atau cash.
JAPAN RAIL PASS
Kebanyakan orang tahunya kalau mau ke Jepang yah harus beli JR Rail Pass(ジャパンレールパス japan rēru pasu) supaya bisa naik kereta Shinkansen sepuasnya. Tapi sebetulnya kita perlu tahu lebih dalam untuk mempertimbangkan apakah kita perlu beli rail pass ini. Nah orang tahunya itu Rail Pass yang total network yang dioperasikan JR Central, JR East, dan JR West. Padahal kalau cuma mainnya di Tokyo saja, atau Osaka saja, belum tentu perlu pass ini. Ada rail pass lain yang lebih spesifik misalkan JR Kansai Pass untuk Osaka area, dan JR East Pass kalau hanya mau main di Tohoku Line saja, bisa dibaca dan compare di website ini.
Dengan Japan Rail Pass ini kita bisa naik Shinkansen kelas Hikari dan Kodama, sepuasnya (dengan reserve seat dulu), untuk periode waktu sesuai yang kita beli. Pemegang JR Rail Pass tidak boleh naik kereta jenis Nozomi (Tokaido line) dan Mizuho (Sanyo Line), bahkan untuk gerbong non-reserved sekali pun. Selain kereta Shinkansen, kita bisa juga naik kereta biasa selama dioperasikan oleh Japan Rail (JR East, JR West, JR Hokkaido), misalkan jalur Tokyo ke Nikko dan Hakodate Line dari Hakodate ke Sapporo.
![]() |
| Contoh tiker reserved-seat, ada nomor gerbang dan kursi
Gimana menurut kalian? kasih saran dan pendapat ya.
STAY CLASSY⌚️
|





Komentar