Sunyi
Ada yang tidak mampu kulupa. Tentang percakapan dini hari kita. Percakapan yang hampir setiap dini hari kita lakukan, bahkan tak jarang baru berakhir ketika pagi menjelang. Sesuatu yang mungkin tidak kamu tahu, aku selalu berusaha mengoleskan sedikit kayu putih pada kelopak mataku, sekadar berusaha mengusir kantuk yang menerjang. Bahkan, aku masih berusaha menahan kepalaku yang berkali-kali terjatuh sekadar ingin membalas pesanmu dan menanti pesan apa yang kamu kirim untukku. Aku selalu lupa, ah bukan, aku memang tidak ingat, mengapa kita bisa begitu dekat. Aku tahu, kamu bukan sosok yang mudah dekat dengan siapa pun. Aku juga tahu, kamu bukan tipe orang yang mudah membuka hatimu untuk siapa pun. Sulit kupercaya saat kamu memberikan nomormu dengan alasan agar aku punya teman berbincang saat terjaga tengah malam. Saat ini, aku menyesal tidak menanyakan alasanmu. Apa aku terlalu terkesima mengetahui siapa dirimu? Apa aku terlalu bahagia kamu membuka hatimu untukku? ...