Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Sunyi

Gambar
Ada yang tidak mampu kulupa. Tentang percakapan dini hari kita. Percakapan yang hampir setiap dini hari kita lakukan, bahkan tak jarang baru berakhir ketika pagi menjelang. Sesuatu yang mungkin tidak kamu tahu, aku selalu berusaha mengoleskan sedikit kayu putih pada kelopak mataku, sekadar berusaha mengusir kantuk yang menerjang. Bahkan, aku masih berusaha menahan kepalaku yang berkali-kali terjatuh sekadar ingin membalas pesanmu dan menanti pesan apa yang kamu kirim untukku. Aku selalu lupa, ah bukan, aku memang tidak ingat, mengapa kita bisa begitu dekat. Aku tahu, kamu bukan sosok yang mudah dekat dengan siapa pun. Aku juga tahu, kamu bukan tipe orang yang mudah membuka hatimu untuk siapa pun. Sulit kupercaya saat kamu memberikan nomormu dengan alasan agar aku punya teman berbincang saat terjaga tengah malam. Saat ini, aku menyesal tidak menanyakan alasanmu. Apa aku terlalu terkesima mengetahui siapa dirimu? Apa aku terlalu bahagia kamu membuka hatimu untukku? ...

Maaf Untuk Cinta

Gambar
Entah apa yang membuatku tergerak dan melunakkan hatiku yang selama ini keras untuk kembali ke rumah. Kembali ke masa lalu dan memutar kembali roda kenangan yang pernah aku jalani dulu. Mengizinkan ingatan kembali mengarungi hari usang yang telah berlalu, sama dengan merasakan kembali perasaan dan sakit yang sama. Sulit bagiku mengingat kenangan manis yang pernah aku buat dengan seseorang yang sampai saat ini akan tetap aku panggil Mama. Selain, tentunya, hanya kisah pahit. Bahkan, bisa dibilang buruk yang membekas kuat di ingatanku selama menjadi bagian dari mereka, Mama dan Kak Serein, yang tidak pernah gagal membuatku merasa hanya sosok asing yang tersesat dan tidak tahu harus ke mana mencari tempat berlindung. Ada banyak alasan yang membuat aku enggan bertandang ke rumah Mama. Perasaan bahwa aku hanyalah seseorang yang tidak mereka harapkan–yang merusak kedamaian hidup Mama dan Kak Serein–sudah seperti alarm peringatan kalau aku tidak diterima di rumah itu. Sejak d...

Permainan Takdir

Gambar
Musim panas akan segera berakhir tergantikan oleh musim hujan,tapi hatiku masih saja tertuju pada satu wanita yang sudah lama memutuskan untuk pergi meninggalkanku. Tanpa terasa bulan terus berganti hingga sedikit lagi waktu akan mengantarkanku di penghujung tahun. Sudah 2 tahun berlalu sejak perpisahanku dengan Rina, tapi tak ada yang berbeda dengan hari-hari yang kulalui. Hatiku masih saja dipenuhi rindu untuk wanita gila yang sudah mematahkan hatiku hingga berkeping-keping. Aku sudah berusaha untuk melupakannya, tapi kenangan itu tetap saja bersarang di kepalaku. Padahal aku sudah berusaha membuka hati untuk wanita lain.  Aku mencoba mencari penggantinya, aku menjalani hubungan dengan Cheryl rekan bisnis kuliner yang awalnya kurintis bersama Rina. Putusnya hubungan kami tentu juga berdampak pada bisnis yang kami bangun, Rina enggan bekerja denganku lagi. Jangankan bekerja betegur sapa saja Rina menolakku mentah-mentah. Perpisahanku dengan Rina bukan hanya membuatku ...